Kamis, 24 Februari 2011

Indonesia itu Satu

devianart.net

Ada yang masih ingat isi sumpah pemuda?
Bagus, ternyata kita semua tidak lupa dengan isinya. Beruntung, saat itu para pemuda juang bisa memilihkan kata-kata yang bagus, sederhana dan mudah diingat untuk dijadikan teks Sumpah Pemuda. Dan untuk sekedar mengingatkan kembali, inilah susunan isinya lengkap dengan ejaan tempo doeloe :


Isi Sumpah Pemuda
 
PERTAMA. 
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, 
Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.

KEDOEA 
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, 
Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
 
KETIGA 
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, 
Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.

Pertanyaanya, sejauh mana dari ketiga isi Sumpah Pemuda tersebut yang sudah kita amalkan?

Benarkah tanah kita satu, Indonesia? 
Berapa banyak di antara kita yang lebih suka berada di luar negeri alih-alih berada di tanah sendiri. Memikirkan jalan keluar agar Jakarta tidak menjadi neraka kemacatan? Agar anak-anak di pelosok bisa pula merasakan kemegahan berlibur di Dufan atau Ancol secara murah? Agar tidak ada lagi remaja yang menjadi korban penculikan?

Benarkah bangsa kita satu, Indonesia?
Mengapa kita membiarkan anak bangsa kita terjajah oleh bangsa lain, di sana, di luar negeri sebagai pembantu rumah tangga? Atau di sini, bangsa kita menjadi kuli dari perusahaan asing, tanpa bisa menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi dari mereka?

Dan, benarkah kita mempunyai bahasa yang satu, Bahasa Indonesia?
Seberapa bangga anda kini mempraktekkan bahasa Indonesia dengan baik dan benar? Di SMS, di Facebook, di Twitter, di postingan forum, berkomentar. Dan seberapa banyak kalian mengenal kata asli Bahasa Indonesia dibanding kata serapan dari bahasa asing?

Silahkan jawab!  

Indonesia itu Rumah PKS

google.com
Ibarat rumah, hubungan PKS dan Indonesia adalah hubungan penghuni rumah dengan rumah itu sendiri. PKS lahir tahun 1998 sedangkan Indonesia tahun 1945. Bangunan konstitusional Indonesia telah berdiri kokoh saat PKS lahir. Dengan demikian, PKS selaku penghuni rumah yang baik, ikut serta menjaga bersama penghuni rumah yang lain.

Namun yang namanya rumah bersama, maka akan banyak ditemui kelakuan penghuninya yang justru malah cenderung abai dengan usaha menjaga kenyamanan rumah tersebut. Bahkan malah ada yang ingin merusak tatanan yang sudah berlaku di rumah tersebut. Merubah pondasi dasar, berarti sedikit banyak akan menggoyang kekokohan rumah dan stabilitas para penghuni yang ada di dalamnya. Dan PKS menyadari hal tersebut. Termasuk juga dalam mempertahankan halaman rumah, dari ulah jahil. Baik tetangga maupun orang asing. Itulah rumah yang bernama NKRI. Dan Indonesia adalah rumah bagi PKS.

Hidayat Nur Wahid, salah satu tokoh PKS yang banyak dinilai berhasil memimpin PKS selama dua periode, pernah berujar. Pancasila dan NKRI adalah kesepakatan final bangsa Indonesia. Begitu pula dengan UUD 1945. Artinya, dasar Pancasila dan keutuhan NKRI adalah final, tak bisa ditawar-tawar lagi. Upaya untuk menggoyang Pancasila dan menyerobot wilayah yang masuk ke dalam wilayah NKRI merupakan pelanggaran yang serius.

Lantas, kontribusi seperti apa yang dapat diberikan oleh seorang kader PKS untuk rumah besar beranama Indonesia? Banyak. Dan salah satunya yang paling utama itu adalah Jangan Korupsi! Walaupun itu cuma membawa pulang selembar kertas di kantor...

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda